Senin, 25 September 2017

SEMPE ARUMANIS Haji Ardi Snack Jadul Jaman Dulu

SEMPE ARUMANIS Haji Ardi Snack Jadul Jaman Dulu
Succes Story Sempe Arumanis Haji Ardi

Awal Memulai usaha

Sejak kuliah, kami sudah merintis bisnis tahun 1995. Memulai usaha pertama dengan membuka warung mie rebus dan mie goreng di Gaten Condongcatur Depok Sleman. “Tamat kuliah tahun 1999, saya mencoba melamar pekerjaan di mana-mana, tapi tidak ada yang cocok karena gaji kecil.

Snack Jadul Khas Jogja
Tahun 2000 sampai 2002, saya bekerja sebagai pekerja sosial pendampingan anak jalanan di DIY sambil menekuni sales kacang atom. Berawal dari sales kacang atom ini, saya mencoba produk lain seperti roti coklat, emping jagung, ceriping pisang, dan arumanis.

Sales merupakan pekerjaan yang jarang diminati sarjana. Namun karena sulitnya mencari pekerjaan saat itu maka saya memilih bekerja sebagai sales. Berangkat dari sebuah obsesi dan mimpi menjadi perantau sukses maka kami memutuskan untuk menggeluti bisnis sempe arumanis.

Mengapa sempe arumanis? Pilihan sempe arumanis adalah hasil analisa pasar bahwa produk ini mempunyai keunikan, dibuat secara tradisional, tanpa bahan pengawet, tanpa pemanis buatan dan tanpa tambahan bahan perasa.

Dari pengalaman menjadi sales, saya memutuskan untuk fokus pada bisnis arumanis. “Nah, untuk membedakan produk arumanis saya dengan mantan juragan, saya memberi nama Sempe Arumanis’’. Awal mendirikan usaha ini di dusun Kowang Grumbul Gede Selomartani Kalasan Sleman. Pada  tahun 2011 saya mulai merintis produksi sempe arumanis dengan modal sendiri dengan jumlah karyawan lima orang.

Setelah mendapat respon pasar yang sangat menjanjikan akhirnya kami mencari suntikan modal di BANK untuk modal peningkatan produksi dan pengembangan pasar. Dari tahun ke tahun permintaan sempe arumanis selalu meningkat sehingga menambah jumlah karyawan.

Karena kapasitas tempat produksi yang terbatas akhirnya pada bulan mei tahun 2014 sempe arumanis pindah tempat produksi di dusun Ngransan Selomartani Kalasan Sleman yang memiliki dua bangunan masing-masing berfungsi sebagai tempat produksi dan packaging/kemasan.

Seiring dengan peningkatan permintaan pasar dari luar kota jogja maka kami menambah modal pinjaman dari BANK dan menambah jumlah karyawan meningkat menjadi 100 % dari sebelumnya. Selanjutnya kami fokus pemasaran luar kota jogja yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Saat ini kami memiliki karyawan tetap sebanyak 30 orang sedangkan karyawan freelance sebanyak 25 orang.


Tidak ada komentar:
Write komentar

"Saya ingin masyarakat kita bisa memulai bisnis dari hal-hal yang kecil karena dulu saya juga memulai dari hal-hal kecil"
Get more of our update !